-->

Posts Tagged ‘manajemen bengkel’

Serba-serbi ukuran velg

Monday, March 29th, 2010

Seberapa besar sebuah mobil dapat mengganti ukuran velgnya?

Rekomendasi dari pabrik mobil sebuah mobil dapat mengganti ukuran velg tanpa mengurangi performa dari mesin dan kenyamanan dalam berkendaraan adalah maksimal 2 tingkat dari ukuran standar yang di dapat dari pabrik. …read more

Incoming search terms for the article:

Econo Riding – Berkendara murah dan aman

Monday, March 22nd, 2010

Setelah pengendara siap dengan atribut dan motornya yang tentu harus sehat juga, sekarang ayo berkendara. Namanya naik motor pasti tak lebih dari gas dan rem yang kita mainkan. Tapi untuk berkendara dengan irit enggak boleh sembarangan. Ada beberapa perlakuan yang harus ditaati.
…read more

3 Cara mengurangi resiko di Jalan Raya

Monday, March 15th, 2010

1. Lakukan “PERSIAPAN”

Pastikan sepeda motor dalam keadaan fit sebelum digunakan. Cek rem, spion,stang, lampu sein, aki, tekanan angin ban, oli, bensin, rantai dan lainnya.Buatlah urutan pengecekan ini setiap harinya. Apabila menemukan kelainan segera perbaiki ke teknisi atau bengkel langganan anda.
Pastikan surat-surat kendaraan (SIM, STNK) lengkap dan tidak tertinggal dirumah.
Selalu membawa peralatan bengkel (tool kit) untuk persiapan dalam perjalanan Lakukan pemanasan ringan sebelum berangkat.
…read more

Incoming search terms for the article:

Tips Berkendara saat Hujan

Monday, March 8th, 2010

BAGI pengendara sepeda motor, hujan bisa mengganggu perjalanan mereka. Di bawah ini beberapa tips aman berkendara saat hujan.

* Gunakanlah ban sepeda motor yang baik, dan tidak botak. Jika ban sudah botak dan licin permukaannya, sebaiknya segera diganti. Ban seperti itu sangat tidak nyaman untuk dipakai, apalagi saat musim hujan. Ban licin atau botak bisa menyebabkan kecelakaan. Kalau kedalaman alur sudah kurang dari dua mm, sebaiknya bannya diganti. Dan pakailah ban yang kembangannya mampu menyalurkan aliran air ke bagian luar. Sebab, kalau alur kem*bangannya ke dalam, maka itu akan mengotori mesin. …read more

Incoming search terms for the article:

Mancing ( jawa : Mbendeng )…untuk mobil tekor

Thursday, December 10th, 2009

Pemandangan yang kurang sedap, kalau kita saksikan sebuah mobil truk menarik, menyeret sebuah sedan atau minibus. Tidak jarang disertai dengan seorang montir yang duduk bertengger didekat mesin sambil sekali-kali mengutak-atik. Mungkin hidup, mungkin juga tidak mau hidup. Seharusnya tindakan menghidupkan mesin mobil dengan cara ini dihindari, kecuali yang rusak adalah motor starter atau merupakan tindakan darurat saja. Apakah sebuah mobil yang sudah kita hidup­kan pagi hari dengan cara menarik, sepanjang hari tidak dimatikan mesinnya? Atau rasanya lucu setiap kali harus mendorong mobil untuk menghidupkan mesin.

Beberapa saran berikut ini mungkin bermanfaat. Penyebabnya utama harus diperbaiki diperbaiki lebih dahulu.

Pengisian aki.

Baik untuk aki lama atau baru, kalau pengisiannya baik ditandai dengan matinya lampu CHG atau pada kenda­raan lain pada lampu CHG muncul sinar hijau. Pada mobil yang intikator lampunya (meter) rusak dapat dicoba dengan menghidupkan lampu besar. Kalau RPM rendah lampu bersinar suram selanjutnya bersinar terang kalau di-gas, ini menandakan pengisian Altenator baik.

Langkah berikutnya adalah memperhatikan Aki.

Ketahanan menyimpan arus pada aki berbanding searah dengan umur sebuah aki. Kalau aki hanya bisa bertahan untuk 9 jam, seharusnya sudah diganti dengan aki baru. Artinya, siang hari mobil berjalan normal dan malam diparkir selama 9 jam, paginya aki tidak kuat lagi untuk start, maka seharusnya mengganti aki baru. Namun sebelum sampai ke tindakan mengganti aki, harus dipastikan bahwa kabel-kabel aki dalam keadaan terpasang kuat. Pull aki bersih dan kabel masa sudah langsung ke blok mesin. Karena mungkin mesin tidak bisa distart karena kabel kebel yang kendor.

Dalam keadaan tertentu, di mana mesin distart terus menerus sampai aki habis, tentu jalan terbaik adalah mengisi lagi di tempat chas aki atau menggunakan mobil lain. Namun penting lebih dahulu memperbaiki penyebab mesin tidak mau hidup. Melakukan start terus menerus juga akan merusak motor starter, akibat panas yang berlebihan.

Mengisi aki dengan mobil lain.

Gunakan kabel kurang lebih 2 x 3 meter. Klem aki pada mobil yang mogok tidak perlu dilepaskan dan kancingkan kedua kabel pada kedua pull aki. Mobil yang lain distar, setelah hidup lekatkan kedua kabel dari mobil yang mon­gok. Perhatikan, kabel yang dari pull plus harus ke pull plus, minus ke minus, jangan terbalik. Setelah tersambung (mesin masih tetap hidup), lepaskan salah satu klem aki dari mobil yang mesinnya hidup dan naikan RPM mesin sampai 2000. Dengan cara ini, kemampuan mengisi aki dari mobil yang satu sepenuhnya dapat dipakai untuk mengisi aki dari mobil yang mogok. Kalau aki dari mobil yang mogok dalam keadaan baik maka dalam waktu kurang dari 20 sudah bisa dipakai untuk menghidupkan mesin, tentunya setelah melepaskan semua kabel yang menghubungkan kedua mobil.

Mengisi aki dapat juga dengan adaptor yang ada di rumah, tinggal mencolokan ke stop kontak PLN. Pengisian dengan adaptor 12 Volt membutuhkan waktu lebih lama dibandingan dengan mengguna­kan fasilitas pengisian dari mobil, saran gunakan adaptor minimal 10 Ampere. Kalau menggunakan mobil untuk mengisi aki ibarat mengisi bak air menggunakan pipa diameter 3 cm, sedangkan menggunakan adaptor 5 A seperti mengisi bak yang sama dengan menggunakan pipa 0.6 cm. Akibatnya lebih lama.

Dalam keadaan darurat dimana aki kosong sama sekali, mungkin ditengah hutan atau tidak ada adaptor, dapat juga menggunakan 10 biji baterei senter. Semua baterei disambung seri, plus ke
minus. Lepaskan aki dan pasangan baterei pada bekas kabel aki itu. Memang dengan cara ini mobil hanya bisa dihidupkan dengan mendorong karena kekuatan baterei tidak cukup kuat untuk memutar starter.

Pada mobil yang menggunakan transmisi atomatik, mobil tidak bisa hidup dengan cara mendorong. Hal ini disebabkan oleh system kerja kopling. Kopling atomatik kerjanya seperti dua kipas angin
yang saling berhadapan. Yang satu hidup pada putaran tinggi baru bisa menggerakan yang lain. Oleh karena itu, kalau mesin tidak hidup tekanan oli tidak ada, tekana oli tidak ada ya tidak bisa menggerakan roda. Seperti contoh kipas angin tadi.

Menghidupkan mobil dengan cara mendorong dapat juga merusa­kan mesin yang menggunakan timming belt. Timming belt sedan dan beberapa minibus bisa putus atau mulur, akibatnya bisa fatal.

Incoming search terms for the article:

Mengatasi knocking

Monday, December 7th, 2009

Suara yang tidak enak itu terdengar ketika pedal gas dinjak dan semakin keras bila diinjak kaget. Bunyi yang sepintas bisa dianggap biasa saja ini suatu saat, dalam jangka pemakaian yang agak lama akan menimbulkan kerusakan pada komponen mesin khususnya piston dan kemudian membuat ring piston patah, akhirnya dapat membuat cacat selinder dan selinder head. Bagaimana mengatasinya?

Ada dua penyebab utama, pertama karena oktan bensin tidak sesuai, lebih rendah jauh dari permintaan pabrikan mesin. Dimana mesin dengan perbandingan kompresi tinggi 1:9.5 keatas membutuhkan oktan bensin diatas 90.  Kedua karena banyaknya tumpukan karbon yang tertinggal di ruang bakar, biasanya pada selinder headnya. Untuk mengatasinya………. …read more

Incoming search terms for the article:

Mobil Goyang Pinggul

Thursday, December 3rd, 2009

Mungkin Anda pernah melihat kondisi mobil seperti ini atau malah sudah merasakan, tidak nyamannya mobil yang bergo­yang, khususnya yang duduk di bagian belakang. Yang mengemudi mungkin kurang merasakan karena sibuk dengan rem, kopling atau memperhatikan arah mobil. Pengemudi mobil lain atau penumpang, akan melihat putaran ban yang beliuk-liuk. Tidak jarang penum­pangnya seperti mengangguk-angguk sepanjang jalan, tentu sangat tidak nyaman menumpang mobil seperti ini. …read more

Incoming search terms for the article:

Jangan biarkan air menetes

Monday, November 30th, 2009

Tubuh manusia membutuhkan air bahkan lebih dari itu tubuh kita ini lebih banyak airnya. Walaupun pada mesin, air tidak sebanyak itu, peranan air sebagai pendingin sangatlah besar. Air digunakan untuk menjaga agar suhu mesin tidak bergerak semakin tinggi. Karena panas yang berlebihan jelas akan merusak semua bagian dari mobil, terutama pada mesin dan instlasi listrik.

aliran air_bengkelsoft.com …read more

Incoming search terms for the article:

Ketika Harga BBM Naik…

Thursday, November 26th, 2009

Pemerintah baru saja mengumumkan kenaikan harga bensin, artinya kantong pemilik mobil sejak hari ini lebih di tata ulang agar setiap pengeluaran  optimal dan efektif. Saya menganjurkan pemeliharaan mobil lebih diperhatikan, agar tidak perlu sering masuk bengkel.

PEMILIK mobil yang kurang paham liku-liku teknis mobil, sering mengeluh, “Mobilku kurang enak”. Hal yang umum dikeluhkan, menyangkut mesin kurang bertenaga, stir berat atau ada bunyi-bunyi. Keluhan ini sungguh terjadi, bukan dibuat-buat. Akibat kurang pahamnya terhadap konstruksi teknis mobil, maka informasi ini harus diolah oleh para penjual jasa, terutama para teknisi.

Namun, ada kalanya pemilik tidak paham asal-usul mobilnya, sehingga sulit menyebutkan keluhannya. Satu-satunya cara, membawa mobil ke bengkel, menemui teknisi berpengalaman dan meminta untuk mengembalikan mobil ke kondisi prima, “tolong diservis total. Mobil kurang enak.” Sebaliknya, teknisi juga kesulita mendiagnosis kekurangan-kekurangan yang ada.

Ini adalah ungkapan umum, diharapkan service advisor bengkel bisa mengatasinya. Bila keluhan itu sering dilakukan, petugas perantara – antara teknisi dan pemilik bisa – bisa menangkap keluhan, lalu menuliskannya pada kertas order untuk dikerjakan teknisi bengkel. …read more

Incoming search terms for the article:

Menaikkan Kinerja Mesin pakai Air

Monday, November 23rd, 2009

Sebulan terakhir setelah pemerintah menaikan harga bensin muncul kreatif masyarakat untuk melakukan langkah  penghematan bensin. Mulai dari langkah kuno, mengecilkan spuyer, menyetel mesin, ganti karburator sampai kepada inisiatif menggunakan peruraian H2O menjadi H dan O2.  Ada juga orang yang memakai kesempatan ini untuk mencari popularitas lewat pernyataan mengubah air menjadi bahan bakar, ternyata bohong.

h2o1
Yang paling mendekati kebenaran adalah menguraikan H2O menjadi H dan O2, karena cara ini menambah kualitas pembakaran dalam selinder menjadi lebih sempurna. Sesungguhnya cara ini sudah banyak di coba di nageri maju, seperti di Amerika yang tulisannya lengkap dapat dibaca pada tulisan V Kirtijo berikut ini.

h2o3

V. Kirjito.  Teknologinya sudah disebarluaskan di internet Amerika khususnya (http://h2earth.org ; www.water4gas.com dan ink-linknya). Tentang Hydrogen lagi:

Sejauh saya mengalami dan mempelajari sedikit-sedikit, terutama dari Mas P. Joko Sutrisno (Yogyakarta), fungsi pokok suplemen hidrogen adalah meningkatkan tingkat pembakaran bensin/solar yang mendekati sempurna, sehingga boleh dikatakan tidak ada sisa. Efek dari hal ini adalah peningkatan pada tenaga yang sangat terasakan. Selanjutnya mesin terasa lebih halus dan gas buangnya bersih, CO2 nya rendah, malah menghasilkan oxigen. Maka tidak bau menyengat lagi, lembab basah, tidak panas. Mungkin tidak banyak kerak-kerak yang tertinggal menempel di mesin. Logika teknik mesinnya, bahan bakar akan irit. Saya sendiri lebih mengambil makna bahwa Air pun sangat berguna untuk merawat mesin kendaraan/jenset dengan cara yang murah dan mudah bisak kita buat sendiri.

Jadi menurut saya soal irit ini perasaan kita lebih dominan. Berdasarkan informsi di internet (www.water4gas.com), jika dipasangi hydrogen dengan daya listrik 1,5 Amper, paling tidak akan meningkat 10 %. Percobaan di jenset dengan 2 Amper meningkat 15%. Mobil Katana Rm. Sugi waktu itu saya install 1,5 Amper. Coba ditingkatkan sampai 5 Amper dengan menambah katalisnya, KOH atau Soda Kue ya bisa. Jangan lupa jika Air sudah buthek, diganti saja. Anjuran Mas Joko, paling tinggi 10 Amper saja. Alasannya, supaya tidak terlalu membebani aki.  V. Kirjito

Boleh saya memberi kommentar , secara teoretis penggunaan Hidrogen yang didapat dengan cara electrolitis sudah biasa .
Kalaupun dipakai dalam pembakaran dalam mesin mobil , itu hanya bermanfaat sejauh pembakaran bensin yang tidak sempurna hingga ” boros” , tapi bilamesin disetel optimum hingga hanya sedikit yang tidak terbakar , maka hidrogen yang diperoleh dengan cara elektrolitis itu tidak menambah tenaga. Karena energi yang dipakai untuk ” memisahkan H dari O2″ lebih banyak dari pada energi yang dibakar bensin untuk menghasilkan listrik dari generator . Lain lagi kalau Hidrogen dihasilkan dengan bahan bakar yang lebih murah dari bensin. Angka2 bisa dihitung dengan Thermo dinamika.
Semoga bermanfaat,  Irwan S Bandung.

Incoming search terms for the article: