Belum lama berselang, salah satu perusahaan ban mengadakan kampanye pengetesan tekanan angin ban untuk mobil yang melewati jalan tol Jakarta. Hasil yang diperoleh ialah banyak mobil mempunyai tekanan angin yang tidak memenuhi persyaratan dan umumnya tekanan ban rendah. Sudah rendah masih diikuti dengan tekanan angin untuk setiap ban yang tidah sama. Mengingat ban adalah bagian yang sangat penting maka kebiasaan/kelalaian seperti ini dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mobil slip atau ban meledak serta mengurangi kemampuan pengereman.
Disamping keburukan yang disebutkan diatas maka ban yang tekanan anginnya tidak tepat akan membuat ban cepat rusak dan mengurangi stabilitas pada kecepatan yang tinggi. Sebuah sedan dengan ground clearance yang lebih rendah dibandingkan dengan minibus dapat dipasangkan ban radial dengan tekanan angin yang rendah, selain itu beban yang dipikul lebih kecil. Ban sedan diameter pelek 13 inch dengan penumpang 2 orang tekanan anginnya berkisar antara 24 sampai 28 psi, kalau membawa penumpang 2 orang lagi sebaiknya ban belakang menjadi 30 psi.Besarnya tekanan angin ban radial tergantung dari, tekanan maksimum yang diijinkan pabrik pembuat ban, diameter pelek dan beban yang dipikul. Untuk ban dengan pelek 15 Inch tekanan angin bannya bisa sampai 35 psi. Sekarang banyak kita jumpai jenis kendaraan Minibus yang diubah dari sebuah mini truck yang ground clearencenya lebih tinggi dibandingkan dengan sedan. Banyak dari kita ingin membuat, merubah sedemikian rupa supaya kenyamanannya setara dengan kendaraan sedan. Maka diupayakan supaya ban Sedan dipasangkan pada Minibus dengan mengabaikan permintaan pabrik pembuat kendaraan tentang ketentuan tekanan angin banBerikut ini saran yang mungkin dapat bermanfaat. Bias mempunyai kesanggupan menerima beban yang lebih besar dibandingkan dengan ban jenis Radial, namun kurang memberikan kenyamanan. Sebaliknya ban Radial memberikan kenyamanan dan kecepatan maximun lebih besar.
Maka dapat dikatakan bahwa penggunaan ban harus cocok dengan jenis kendaraan. Radial sedan untuk sedan, radial komersial untuk kendaraan minibus dan bias untuk kendaraan angkutan. Tekanan angin ban Radial maximum 35 psi untuk diameter pelek 15 inch. Pada kijang mini bus yang menggunakan ban Kemersial radial atau ban Bias (biasa) dengan dimeter pelek 13 Inch, 6 PR untuk ban depan 28 psi(maksimum 46 psi). Ban belakang menggunakan 8 PR, tekanan ban bisa sampai 60 psi dan beban setiap ban menjadi 610 kg. Semakin basar diameter pelek dan beban yang lebih besar, tekanan ban bisa lebih tinggi,umpamanya untuk bus-bus besar tekanan anginnya sampai 115 psi. (persamaan PR dan Load Range yang tertulis pasa sisi ban : A=2, B=4, C=6, D=8 dan E=12).
Kebiasan buruk.
Kenyamanan, tekanan angin ban rendah, stabilitas, kerusakan ban pada minibus memang bertolak belakang. Untuk membuat sebuah minibus senyaman sedan umumnya orang mengubah apa yang disarankan oleh pabrik pembuat mobil. Seperti tekanan angin ban dikurangi.
Tekanan angin yang kurang pada minibus yang berpenumpang 10 orang akan membuat mobil tidak stabil, oleng dan gampang sliep pada kecepatan tinggi. Kalau kondisi ini dibiarkan, lama kelaman ban menjadi rusak sebelum saatnya. Pada permukaan ban terlihat keausan yang tidak merata atau bergelombang.
Tentang pengaruhnya terhadap daya pengereman, dapat dilihat pada gambar yang menunjukan tekanan angin ban kurang. Hanya sisi luar saja yang bersinggungan dengan jalan, sedangkan kita menginginkan pengereman sempurna, dalam arti permukaan ban dapat maksimal bereaksi terhadap permukaan jalan. Maka amatlah berbahaya bila saat hujan, dijalan tol, tekanan angin ban dikurangi.
Daya pengereman dapat menurun sampai 50 %Kebiasaan buruk lainnya yang kita kerjakan ialah mengurangi tekanan angin ban bila mobil hendak dipacu pada kecepatan tinggi. Alasannya, takut ban meletus akibat panas yang ditimbulkan gesekan dengan jalan.
Itu sama sekali salah! Yang benar ialah, panas akan lebih cepat naik akibat ban dengan tekanan angin rendah. Seperti tampak pada gambar, tekanan angin yang kurang membuat ban tersebut tertekuk. Tekukan itu akan berjuta kali dalam kecepatan putaran roda yang tinggi. Hal ini dapat mudah dibuktikan dengan menekuk berulang kali selempeng pelat, terasa panas pada siku itu. Karena demikian pentingnya tekanan angin ban maka babrik pembuat mobil menempelkan peringatan tentang tekanan ban pada ruang pengemudi atau panel pintu supaya dapat melihat dengan mudah.
Saran
Biasakan memeriksa tekanan ban secara rutin, seminggu sekali untuk sedan dan setiap hari untuk kendaraan besar seperti bus atau kendaraan komersial lainnya. Lakukan pemeriksaan hanya pada saat suhu ban sudah dingin.Mobil yang yang ganti ban baru harus lebih sering memeriksa tekanan angin ban. Pengukuran harus dilakukan sampai menempuh jarak 3.000 kilometer, mengingat bentuk ban baru bisa berubah.Pada saat istirahat dalam suatu perjalanan yang belum selesai, tidak diperkenan untuk mengurangi tekanan angin ban.
Tidak melepaskan ban tubeless dari pelek kalau bocor karena merusak pinggiran ban. Periksalah selalu tekanan angin ban serep. Tambahlah 15% tekanan angin pada sedan kalau mau dipacu kencang.
Incoming search terms for the article:
- tekanan ban mobil kijang
- angin ban tubeless
- tekanan angin ban sedan
- tekanan angin ban tubeless
- Tekanan angin buat ban mobil sedan
- tekanan ban lebih atau kurang
- tekanan ban mobil radial
- tekanan ban mobil sedan untuk mudik
- tekanan ban sedan
- tekanan angin ban radial
Related posts:
- Ekonomis Berkendara = Hemat Bensin atau Hemat Solar
- Merawat dan mencegah kerusakan rem
- Membuat Mudik makin Asyik
- Tips Merawat Motor
- Mengemudi di Gedung parkir bertingkat
Tags: aplikasi bengkel, Artikel Otomotif, bengkel otomotif, bengkelsoft, manajemen bengkel, mengelola bengkel, program bengkel otomotif, software bengkel, software bengkel otomotif, usaha bengkel

