-->

Mengemudi di malam hari

Mengubah ritme hidup

Berbagai alasan yang dikemukakan itu, sah-sah saja. Memang, ada untung ruginya. Kalau mau berjalan pada malam hari, jelas akan mengubah ritme hidup Anda. Dari kebiasaan tidur pada malam hari, kini justru sebaliknya, meski hanya untuk satu dua malam.     Tidak jarang, kendaraan terjungkal, pengemudi terpental keluar lewat kaca depan, hanya karena sang sopir mengantuk di saat subuh. Karena itu, bila Anda seharian penuh sudah sibuk dengan berbagai

kegiatan di dalam kota, sebaiknya tidak memaksa diri berangkat di malam hari. Hal ini amat membahayakan penumpang lainnya.

Umumnya, perasaan mengantuk baru menyerang setelah pukul 24.00 sampai pukul 07.00 pagi. Apalagi bagi Anda yang mengemudikan mobil dari Jakarta ke arah Jawa Tengah lewat Bandung, perlu berhati-hati karena kecapaian setelah melalui jalan berliku-liku.

Dari koran sering kita baca, kecelakaan lebih sering terjadi pada malam hari, umumnya disebabkan oleh kantuk. Berikut ada beberapa kiat, yang kiranya berguna bagi Anda yang belum terbiasa mengemudi ke luar kota di malam hari. 1. Siapkan mobil sebaik mungkin, terutama lampu penerangan dan tekanan angin ban. Jangan menggunakan lampu yang terlalu terang, misalnya di atas 100 watt, karena akan menyilaukan kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Cukup gunakan lampu 75/90 watt.

Anda mungkin akan kehilangan patokan garis marka (di tengah jalan), akibat silau terkena sinar mobil dari depan. Dalam keadaan seperti ini, satu-satunya patokan adalah memperhatikan batas jalan sisi sebelah kiri. Lirikkan mata ke bagian itu dan kurangi kecepatan. Dengan demikian, Anda agak terhindar dari ketegangan.

2. Setelah melewati daerah hujan, gunakan lap untuk membersihkan kaca lampu, supaya sinarnya bagus. Siapkan deterjen untuk dilumerkan pada kaca depan, guna mengatasi kalau kaca depan berminyak.

3. Bila rencana berangkat pukul 23.00 malam atau lebih, usahakan supaya pengemudi bisa istirahat tidur lebih dahulu dan sebaiknya sampai nyenyak. Istirahat dan bisa tidur nyenyak satu atau dua jam, sudah cukup untuk perjalanan sampai pagi hari. Mencuci muka, makan dan minum ringan, amat bermanfaat. Hindari makan dengan menu “kelas berat” seperti makan nasi kari ayam atau ayam goreng, empal dan lain sebagainya. Karena makanan jenis ini  bisa menimbulkan kantuk lagi. Ada baiknya disediakan satu botol minuman penambah enerji, atau tiga sendok madu dicampur air segar, guna mendukung penampilan pengemudi tetap segar. Hindari makanan kacang. Salah-salah pengemudi tersedak biji kacang, bisa membawa fatal bagi penumpang.

Sewaktu-waktu

Rasa kantuk, bisa datang sewaktu-waktu. Biasanya dimulai dari kelopak mata yang cenderung menutup mata, dan tengkuk mulai pegal-pegal ringan. Bila sudah seperti ini, dianjurkan untuk tidak meneruskan perjalanan. Istirahatlah barang sebentar.

Saat yang amat mempengaruhi mata untuk terpejam adalah saat matahari menjelang terbit dan setelah terbenam pada sore hari. Mata membutuhkan waktu untuk penyesuaian. Karena itu, kurangi kecepatan sampai Anda terbiasa dengan situasi ini.

Mantan pengemudi berpengalaman angkatan tahun 1950-an menasehati: bila terasa mengantuk, jangan turun dari mobil. Parkirlah mobil di tempat yang aman seperti di halaman kantor polisi, atau di halaman pos-pos servis yang banyak tersebar selama lebaran ini. Lalu, tengkurapkan kepala ke stir mobil atau stel

sandaran kursi supaya bisa tidur sejenak. Anda pasti akan tertidur. Sesudah itu, cuci muka dan Anda bisa meneruskan perjalanan.

Mengapa tidak boleh turun berjalan?

Menurut dia, bila kita turun berjalan, rasa kantuk sepertinya hilang, namun ia akan datang lagi dengan serangan yang lebih hebat. Jangan menghilangkan rasa kantuk dengan merangsang hidung dengan bulu ayam sehingga bersin, atau makan cabe. Obat paling mujarab bila merasa ngantuk, ya hanya tidur atau istirahat.

Dalam menempuh perjalanan jauh akan lebih menguntungkan bila ada dua pengemudi. Dengan demikian, mereka bisa bergantian. Yang satu istirahat, yang lain bisa meneruskan perjalanan.

Yang tidak kalah penting, usahakan suasana santai dan gembira selama perjalanan. Bahkan sebaiknya, ada yang terus mengajak bicara pengemudi, guna menghindari rasa kantuk.

Related posts:

  1. Mengemudi di Gedung parkir bertingkat
  2. Perawatan mobil berkala
  3. Membersihkan noda jok mobil
  4. Memelihara Interior kabin
  5. Memarkir Kendaraan

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply