Mengemudi di gedung parkir yang berbentuk spiral memang perlu keterampilan khusus dan konsentrasi penuh krn rentan terhadap bahaya yang mengancam. Mungkin Anda masih ingat, jatuhnya Honda Jazz di gedung parkir ITC Permata Hijau beberapa waktu lalu sangat memprihatinkan kita semua. Padahal, saat ini banyak sekali gedung atau perkantoran di Jakarta dan kota-kota besar lainnya menggunakan gedung parkir bertingkat. Guna mengantisipasi kesalahan mengemudi saat masuk ke gedung parkir berbentuk spiral, kami berikan beberapa langkah-langkah yang perlu diperhatikan.
- Gunakan gigi 1 saat menanjak dan jangan lakukan penekanan pedal setengah kopling, meski hanya berhenti sebentar saat menanjak
- Jika mobil bertransmisi otomatis, posisikan tuas transmisi di gigi D, atau bila terdapat gigi paling rendah masukan ke gigi 1 atau Low.
- Saat menanjak spiral ke arah kanan, tangan kanan berada di posisi jam 3 dan tangan kiri di posisi jam 9. Letak tangan sangat berpengaruh saat manuver dan jika terjadi masalah, maka tangan dengan mudah membelokan setir ke kanan maupun ke kiri.
- Perhatikan posisi bola mata arahkan ke satu titik fokus jalan melingkar yang dilalui. Hal ini bertujuan agar sudut kiri sisi tembok dan batas jalan atau median jalan dapat terkontrol dengan baik. Begitu pula dengan arah sebaliknya.
- Agar tidak mengalami pusing dan mual, usahakan fokus mata melihat arah terjauh dari sudut pandangnya.
- Saat menghadapi jalan turunan spiral, gunakan gigi 1 untuk mobil bertransmisi manual. Sedangkan untuk transmisi otomatis, tuas transmisi berada di posisi D atau gigi terendah.
- Bila menggunakan mobil bertransmisi manual, jangan sekali-kali menekan pedal kopling karena dapat mengakibatkan mobil meluncur semakin cepat.
- Lakukan engine brake sebagai penahan dan kontrol kecepatan saat jalan menurun dan bantuan pengereman kaki.
- Bila Anda berada di jalan tanjakan dan turunan di gedung parkir yang bukan spiral, perhatikan posisi ban pada sudut akhir tanjakan maupun sudut turunan terhadap ban. Karena jika tidak berhati-hati atau terlalu cepat, dapat merusak velg dan bagian bawah mobil akibat terbentur sudut beton trotoar.
- Pada saat menanjak dengan posisi tegak lurus, kita tidak dapat melihat jalan dan kemungkinan hanya melihat atap beton dan langit-langit. Tipsnya, Anda harus melihat sudut pemisah dan batas antara langit-langit beton yang menanjak dan langit-langit beton yang datar sebagai patokan mengurangi kecepatan, dan arahkan sesuai belokan jalan yang dituju.
- Hindari mengemudi sambil menelpon, sms atau sejenisnya tidak hanya saat menanjak atau turunan di gedung bertingkat, tapi juga saat di jalan raya.
- Bila Anda baru belajar mengemudi, lebih baik urungkan niat Anda untuk menanjak atau turunan di gedung parkir bertingkat.
Incoming search terms for the article:
- mengemudi di tanjakan
- belajar menyetir gigi otomatis
- mengemudi di jalan tanjakan
- menyetir manual di turunan
Related posts:
- Memarkir Kendaraan
- Ekonomis Berkendara = Hemat Bensin atau Hemat Solar
- Aplikasi lain suku cadang Motor
- Membersihkan noda jok mobil
- Merawat dan mencegah kerusakan rem
Tags: aplikasi bengkel, aplikasi bengkel otomotif, Artikel Otomotif, bengkel otomotif, bengkelsoft, manajemen bengkel, mengelola bengkel, program bengkel, program bengkel otomotif, software bengkel, software bengkel otomotif, usaha bengkel

