Sebulan terakhir setelah pemerintah menaikan harga bensin muncul kreatif masyarakat untuk melakukan langkah penghematan bensin. Mulai dari langkah kuno, mengecilkan spuyer, menyetel mesin, ganti karburator sampai kepada inisiatif menggunakan peruraian H2O menjadi H dan O2. Ada juga orang yang memakai kesempatan ini untuk mencari popularitas lewat pernyataan mengubah air menjadi bahan bakar, ternyata bohong.

Yang paling mendekati kebenaran adalah menguraikan H2O menjadi H dan O2, karena cara ini menambah kualitas pembakaran dalam selinder menjadi lebih sempurna. Sesungguhnya cara ini sudah banyak di coba di nageri maju, seperti di Amerika yang tulisannya lengkap dapat dibaca pada tulisan V Kirtijo berikut ini.

V. Kirjito. Teknologinya sudah disebarluaskan di internet Amerika khususnya (http://h2earth.org ; www.water4gas.com dan ink-linknya). Tentang Hydrogen lagi:
Sejauh saya mengalami dan mempelajari sedikit-sedikit, terutama dari Mas P. Joko Sutrisno (Yogyakarta), fungsi pokok suplemen hidrogen adalah meningkatkan tingkat pembakaran bensin/solar yang mendekati sempurna, sehingga boleh dikatakan tidak ada sisa. Efek dari hal ini adalah peningkatan pada tenaga yang sangat terasakan. Selanjutnya mesin terasa lebih halus dan gas buangnya bersih, CO2 nya rendah, malah menghasilkan oxigen. Maka tidak bau menyengat lagi, lembab basah, tidak panas. Mungkin tidak banyak kerak-kerak yang tertinggal menempel di mesin. Logika teknik mesinnya, bahan bakar akan irit. Saya sendiri lebih mengambil makna bahwa Air pun sangat berguna untuk merawat mesin kendaraan/jenset dengan cara yang murah dan mudah bisak kita buat sendiri.
Jadi menurut saya soal irit ini perasaan kita lebih dominan. Berdasarkan informsi di internet (www.water4gas.com), jika dipasangi hydrogen dengan daya listrik 1,5 Amper, paling tidak akan meningkat 10 %. Percobaan di jenset dengan 2 Amper meningkat 15%. Mobil Katana Rm. Sugi waktu itu saya install 1,5 Amper. Coba ditingkatkan sampai 5 Amper dengan menambah katalisnya, KOH atau Soda Kue ya bisa. Jangan lupa jika Air sudah buthek, diganti saja. Anjuran Mas Joko, paling tinggi 10 Amper saja. Alasannya, supaya tidak terlalu membebani aki. V. Kirjito
Boleh saya memberi kommentar , secara teoretis penggunaan Hidrogen yang didapat dengan cara electrolitis sudah biasa .
Kalaupun dipakai dalam pembakaran dalam mesin mobil , itu hanya bermanfaat sejauh pembakaran bensin yang tidak sempurna hingga ” boros” , tapi bilamesin disetel optimum hingga hanya sedikit yang tidak terbakar , maka hidrogen yang diperoleh dengan cara elektrolitis itu tidak menambah tenaga. Karena energi yang dipakai untuk ” memisahkan H dari O2″ lebih banyak dari pada energi yang dibakar bensin untuk menghasilkan listrik dari generator . Lain lagi kalau Hidrogen dihasilkan dengan bahan bakar yang lebih murah dari bensin. Angka2 bisa dihitung dengan Thermo dinamika.
Semoga bermanfaat, Irwan S Bandung.
Incoming search terms for the article:
Related posts:
- STOP: Pakai Solar campur Minyak tanah
- Ekonomis Berkendara = Hemat Bensin atau Hemat Solar
- Tips Merawat Motor
- Membuat Mudik makin Asyik
- Aplikasi lain suku cadang Motor
Tags: aplikasi bengkel, Artikel Otomotif, bengkel otomotif, bengkelsoft, manajemen bengkel, mengelola bengkel, program bengkel otomotif, software bengkel, software bengkel otomotif, usaha bengkel

